Efisiensi dan Rasio Konversi Pakan Ikan dengan berbagai Dosis Papain pada Kerapu Cantang (E. fuscoguttatus >< E. lanceolatus)

https://doi.org/10.22146/jfs.55524

Wiwin Kusuma Atmaja Putra(1*), Suhaili Suhaili(2), Tri Yulianto(3)

(1) Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia
(2) Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia
(3) Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Pertumbuhan ikan kerapu cantang pada tahap pendederan berkisar 3-4 bulan, pembesaran di keramba jaring apung berkisar 6-7 bulan maka total waktu dibutuhkan sekitar 9 sampai 1 tahun. Pertumbuhan ikan kerapu akan lebih cepat jika diberi pakan ikan rucah dibandingkan dengan pelet. Tetapi ketersedian ikan rucah tidak pasti sehingga penggunaan pellet mesti dilakukan. Maka untuk meningkatkan pertumbuhan dapat dilakukan penambahan enzim papain agar pencernaan dan penyerapan nutrisi pakan dapat maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pemberian enzim papain dalam meningkatkan nilai efisiensi pakan dan nilai konversi pakan ikan kerapu cantang Epinephelus fuscoguttatus >< E lanceolatus. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober – November 2019 selama 6 minggu (42 hari) di Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT) Koperasi Marin Agri Sejahtera, Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan dimana perlakuan K (tanpa pemberian enzim papain), perlakuan A (dosis enzim papain 2,75%), perlakuan B (dosis enzim papain 3,75%), perlakuan C (enzim papain 4,75%). Analisis data menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey menunjukkan bahwa pemberian dosis enzim (4,75%) atau perlakuan C, merupakan hasil terbaik dimana hasil yang didapatkan pada nilai efisiensi pakan (74,73±7,14 %), rasio konversi pakan (1,37±0,14), pertumbuhan bobot mutlak sebesar (19,97±2,81 g) dan kelangsungan hidup (100±0,00 %). Rekomendasi dari penelitian ini adalah penambahan enzim papain dengan dosis 4,75% dapat memberikan keuntungan pertumbuhan, efisiensi pakan, kelangsungan hidup lebih tinggi dan rasio konversi pakan lebih rendah

Keywords


Kerapu; enzim papain; efisiensi pakan; kecernaan

Full Text:

PDF


References

Alfiah. 2009. Studi Kelayakan Perairan Pulau Pajenekang. Skripsi. Universitas Hasannudin. Makassar

Amalia, R., Subandiyono & E. Arini. 2013. Pengaruh penggunaan papain terhadap tingkat pemanfaatan protein pakan dan pertumbuhan lele dumbo (Clarias gariepinus). Journal of Aquaculture Management and Technology. 2 (1) : 136-143

Andrianto, T. 2005. Pedoman Praktis Budidaya Ikan Kerapu Macan. Absolut. Yogyakarta

Anggraini, D.R., A.A. Damai & Q. Hasani. 2018. Analisis kesesuaian perairan untuk budi daya ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) di Perairan Pulau Tegal, Teluk Lampung. Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budi daya Peraiaran. 6 (1) : 719-728

Arief, M., A. Manan & C.A. Pradana. 2016. Penambahan papain pada pakan komersial terhadap laju pertumbuhan, rasio konversi pakan dan kelulushidupan ikan sidat (Anguilla bicolor) stadia elver. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 8 (2) : 67-76

BSNI 8036.2. 2014. Badan Standarisasi Nasional Indonesia. Standar Nasional Indonesia Ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus , Forsskal 1775 > < Epinephelus lanceolatus , Bloch 1790) Bagian 2 : Produksi benih hibrida. BSNI. Jakarta

Dedi., H. Irawan & W.K.A. Putra. 2018. Pengaruh pemberian hormon tiroksin pada pakan pellet megami terhadap pertumbuhan benih ikan kerapu cantang Epinephelus fuscoguttatus- lanceolatus. Intek kuakultur. 2 (2) : 33-48

Effendi, M.I. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta

Fadli, J & A.D. Sunaryo. 2013. Pemberian enzim papain pada pakan komersil terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus). Journal Of Marine Research. 2 (1): 50–57

Harahap, F.A., Rostika, M.U.K. Agung & K. Haetami. 2019. Pemanfaatan simplisia pepaya pada ikan rucah untuk pakan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus-lanceolatus) di keramba jaring apung pesisir pangandaran. Jurnal Perikanan dan Kelautan. 9 (2) : 56-64

Hutabarat, G.M., D. Rachmawati & Pinandoyo. 2015. Performa pertumbuhan benih lobster air tawar (C. quadricarinatus) melalui penambahan enzim papin dalam pakan buatan. Journal of Aquaculture Management and Technology. 4 (1) : 10-18

Ismi, S & Y.N Asih.  2013. Teknik pemeliharaan larva untuk peningkatan mutu benih kerapu pada produksi massal secara terkontrol. Prosiding forum inovasi teknologi akuakultur. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. 331-338

KKP. 2018. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Satu Data. [Internet]. [diacu 2019 Desember 29]. Tersedia dari: https://kkp.go.id/djpb/artikel/304-kkp-tegaskan-kinerja-neraca-perdagangan-ikan-kerapu-positif

Loekman, N.A., W.H. Satyantini & Mukti, A.T. 2018. Penambahan asam amino taurin pada pakan buatan terhadap peningkatan pertumbuhan dan sintasan benih ikan kerapu cantik (Epinephelus fuscoguttatus × Epinephelus microdon). Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan. 10 (2) : 112-118

Nawir, F., N.B.P. Utomo & T. Budiardi. 2015. Pertumbuhan ikan sidat yang diberi kadar protein dan rasio energi protein pakan berbeda. Jurnal Akuakultur Indonesia. 14 (2) : 128-134

Nuraeni, I., R. Rostika., W. Lili & Y. Andriani. 2018. Pengaruh kombinasi ekstrak enzim kasar papain dan bromelin terhadap pemanfaatan pakan dan pertumbuhan ikan patin siam (Pangasius hypopthalmus) pada stadia pendederan. Jurnal Perikanan Kelautan. 9 (1) : 55-61

Panggabean, T.K., A.D. Sasanti & Yulisman. 2016. Kualitas air, kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan efisiensi pakan ikan nila yang diberi pupuk hayati cair pada air media pemeliharaan. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. 4 (1) : 67-79

Paruntu, C.P. 2015. Budidaya ikan kerapu (Epinephelus tauvina Forsskal, 1775) dan ikan beronang (Siganus canaliculatus Park, 1797) dalam karamba jaring apung dengan sistem polikultur. Journal Budidaya Perairan. 3 (1) : 1-10

Rahmaningsih, S & A.I. Ari. 2013. Pakan dan pertumbuhan ikan kerapu cantang (Epinephellus fuscoguttatus-lanceolatus). Ekologia. 13 (2) : 25-30

Salamah, E., T. Nurhayati & I.R. Widadi. 2012. Pembuatan dan karakterisasi hidrolisat protein dari ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) menggunakan enzim papain. Jurnal Pengolahan Hasil Perianan Indonesia. 15 (1) : 9-16

Sari, W.A.P., Subandiyono & S. Hastuti. 2013. Pemberian enzim papain untuk meningkatkan pemanfaatan protein pakan dan pertumbuhan benih ikan nila larasati (Oreochromis niloticus Var.) Journal of Aquaculture Management and Technology. 2 (1) : 1-12

Supratno, K.P.T. 2006. Evaluasi Lahan Tambak Wilayah Pesisir Jepara untuk Pemanfaatan Budidaya Ikan Kerapu. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang

Sutarmat, T & H.T. Yudha. 2013. Analisis keragaan pertumbuhan benih kerapu hibrida hasil hibridisasi kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) dengan kerapu kertang (Epinephelus lanceolatus) dan kerapu batik (Epinephelus microdon). Jurnal Riset Akuakultur. 8 (3) : 363-371

Taqwdasbriliani, E.B., J. Hutabarat & E. Arini. 2013. Pengaruh kombinasi enzim papain dan enzim bromelin terhadap pemanfaatan pakan dan pertumbuhan ikan kerapu macan (Epinephelus fuscogutattus). Journal of Aquaculture Management and Technology. 2 (3) : 76-85

Usman., N.N. Palinggi, Kamaruddin, Makmur & Rachmansyah. 2010. Pengaruh kadar protein dan lemak pakan terhadap pertumbuhan dan komposisi badan ikan kerapu macan, Epinephelus fuscoguttatus. Jurnal Riset Akuakultur. 5 (2) : 277-286

Widyanti, W. 2009. Kinerja pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang diberi berbagai dosis enzim cairan rumen pada pakan berbasis daun lamtoroagung (Leucaena leucocephala). Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Putra, W.K.A.,  S. Miranti, R. Rosita, T. Yulianto, T. Hardiyanti, S. Fitriana & Fauzanadi. 2019. Efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan kerapu dengan pemberian enzim papain pada pellet dan ikan rucah. Intek Akuakultur. 3 (1) : 67-77

Yamin, M., N.N. Palinggi & Rachmansyah. 2008. Aktivitas enzim dalam lambung dan usus ikan kerapu macan setelah pemberian pakan. Media Akuakultur. 3 (1) : 40-44

Zonneveld, N., E.A. Huisman & J.H. Boon. 1991. Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta



DOI: https://doi.org/10.22146/jfs.55524

Article Metrics

Abstract views : 231 | views : 196

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Indexed by:

 

 

View My Stats