‘Resik’ sebagai Sistem Informasi untuk Identifikasi Berkas Rekam Medis Ganda di Rumah Sakit Umum Daerah X Daerah Istimewa Yogyakarta

https://doi.org/10.22146/jkesvo.51442

Nuryati Nuryati(1*), Annisa Maulida Ningtyas(2), Guntur Budi Herwanto(3), Widhi Sulistiyo(4)

(1) Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
(2) Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
(3) Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika, Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada
(4) Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika, Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Di salah satu RSUD X DIY masih terdapat potensi duplikasi nomor rekam medis dan diharapkan untuk segera dilakukan identifikasi untuk menangani masalah tersebut. Diperlukan sebuah mekanisme standar yang digunakan untuk melakukan identifikasi kesamaan data rekam pasien di rumah sakit yang bertujuan untuk menghilangkan duplikasi data rekam medis. Mekanisme tersebut dituangkan dalam sebuah framework untuk mendeteksi duplikasi rekam medis yang diberi nama ”RESIK”.

Tujuan: Menerapakan framework ”RESIK” di salah satu RSUD X DIY untuk mengidentifikasi terjadinya duplikasi rekam medis.

Metode: Metode identifikasi duplikasi rekam medis menggunakan pairwise comparison. Kriteria yang dikomparasikan adalah 100.000 data sosial  pasien yang ada pada database SIMRS di RSUD X DIY. Identifikasi potensi duplikasi menggunakan data nomor rekam medis,  nama, tanggal lahir, jenis kelamin, dan alamat pasien.

Hasil: Dari 100.000 data sosial pasien, ditemukan bahwa terdapat 413 berkas rekam medis yang terindikasi duplikasi (0,413%). Dari 413 berkas rekam medis, ditemukan sebanyak 407 pasien (98,547%) memiliki dua nomor rekam medis berbeda, 5 pasien (1,211%) memiliki 3 nomor rekam medis berbeda, dan 1 pasien (0,242%) memiliki empat nomor rekam medis berbeda. 

Kesimpulan: Framework ”RESIK” terbukti dapat mengidentifikasi adanya duplikasi nomor rekam medis di RSUD X DIY.


Keywords


duplikasi; rekam medis; RESIK

Full Text:

PDF


References

Davis, N., & LaCour, M. (2016). Foundation of Health Information Management (4th ed.). Elsevier. https://www.elsevier.com/books/foundations-of-health-information-management/davis/978-0-323-37811-6

Fernandes, L., Lenson, C., Hewitt, J., Weber, J., & Yamamoto, J. A. (2001). Medical Record Number Errors: A Cost of Doing Business? https://www.academia.edu/7410828/Medical_Record_Number_Errors_A_Cost_of_Doing_Business

Gunarti, R., Abidin, Z., Qiftiah, M., & Bahruddin. (2016). Tinjauan Pelaksanaan Family Folder Untuk Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Guntung Payung Tahun 2016. Jurkessia, VI(3), 46–54. http://journal.stikeshb.ac.id/index.php/jurkessia/article/view/74/72

Hansard, L. W. (2013). The Risk of Duplicate Patient Records; Gallagher Healthcare Practice. Arthur J. Gallagher& Co. https://www.lorman.com/resources/whitepaper-the-risk-of-duplicate-patient-records-109411WP

Hasibuan, A. S. (2019). Faktor – Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Duplikasi Penomoran Berkas Rekam Medis Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2016. Jurnal Ilmiah Perekam Dan Informasi Kesehatan Imelda, 1(2), 104–110. http://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JIPIKI/article/view/18

InterSystems. (2016). Impact of Mismatched Patient Records Infograph. InterSystems Corporation. http://www.intersystems.com/wp-content/uploads/Impact_of_Mismatched_Patient_Records_Infograph.pdf

Karlina, D., Putri, I. A., & Santoso, D. B. (2016). Kejadian Misfile dan Duplikasi Berkas Rekam Medis Sebagai Pemicu Ketidaksinambungan Data Rekam Medis. Jurnal Kesehatan Vokasional, 1(1), 44. https://doi.org/10.22146/jkesvo.27477

Kementerian Kesehatan. (2015). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 97 Tahun 2015.

Kurniasih, S., Ambarwati, L., & Wikusna, W. (2015). Aplikasi Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Puskesmas Cinunuk. Jurnal Teknologi Informasi, 2(3), 92–96. http://journals.telkomuniversity.ac.id/jti/article/view/511

Mardyawati, E., & Akhmadi, A. (2016). Pelaksanaan Sistem Penyimpanan Rekam Medis Family Folder di Puskesmas Bayan Lombok Utara. Jurnal Kesehatan Vokasional, 1(1), 27. https://doi.org/10.22146/jkesvo.27474

Muldiana, I. (2016). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Duplikasi Penomoran Rekam Medis Di Rumah Sakit Atma Jaya 2016. Jurnal INOHIM (Indonesian of Health Information Management), 4(2), 48–53. https://inohim.esaunggul.ac.id/index.php/INO/article/view/148/128

Nurmawati, I., & Arofah, K. (2019). Analisis Aspek Kompetensi Individu Dalam Duplikasi Nomor Rekam Medis di Puskesmas. J-REMI: Jurnal Rekam Medik Dan Informasi Kesehatan, 1(1). https://publikasi.polije.ac.id/index.php/j-remi/article/view/1928/1313

Olla, P. K. (2016). Pemanfaatan Teknologi RFID (Radio Frequency Identification) Dalam Layanan Registrasi Rekam Medis Pasien. Simetris : Jurnal Teknik Mesin, Elektro Dan Ilmu Komputer, 7(1), 241. https://doi.org/10.24176/simet.v7i1.510

Shekelle, P. G., Morton, S. C., & Keeler, E. B. (2006). Costs and Benefits of Health Information Technology. In Evidence report/technology assessment (Issue 132). https://doi.org/10.23970/AHRQEPCERTA132

WHO. (2004). Developing Health Management Information Systems - a Practical Guide for Developing Countries. In https://iris.wpro.who.int/handle/10665.1/5498. WHO Regional Office for the Western Pacific. https://iris.wpro.who.int/handle/10665.1/5498



DOI: https://doi.org/10.22146/jkesvo.51442

Article Metrics

Abstract views : 2423 | views : 3100

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Jurnal Kesehatan Vokasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


site
stats View My Stats