Honorifik di- dalam Percakapan

https://doi.org/10.22146/jh.1867

Muljono Muljono(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Tulisan ini merupakan telaah terhadap situasi-situasi yang banyak menggunakan verba berprefiks di-, dan pola-pola pemakaiannya sehubungan dengan kondisi sosial budaya masyarakat yang menjadi 'pengetahuan budaya' yang dimiliki bersama oleh masyarakat yang bersangkutan (Hudson, 1980:77). Ada dorongan di sini untuk mengungkapkan kesopanan yang ber1ainan dengan ungkapan biasa, dan pilihannya jatuh pada verba  berprefiks di-, yang asal mulanya merupakan bentuk sUbjungtif. Di-, yang mula-mula hanya digunakan untuk persona ketiga, kini dipakai untuk persona kedua.

Keywords


di- , honorifik, kesopanan, prefiks, sosial, verba

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jh.1867

Article Metrics

Abstract views : 578 | views : 946

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 Muljono Muljono

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


ISSN 2302-9269 (online); ISSN 0852-0801 (print)
Creative Commons License Copyright © 2022 Humaniora. This website and its contents are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License