Kitab Kasidah Burdah: Tradisi Pembacaan dan Resepsinya

https://doi.org/10.22146/jh.1875

Fadlil Munawwar Manshur(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Pesantren dan kitab merupakan dua entitas yang saling berhubungan erat.
Dalam tradisl pengajaran agama Islam antara pesantren dan kitab tidak dapat dipisahkan, karena alasan pokok munculnya pesantren adalah untuk mentransmsikan Islam tradisional sebaqaimana yang terdapat dalam kitab-kitab klasik yang ditulis berabad-abad yang lalu. Kitab-kitab ini dikenal di Indonesia sebagai kitab kuning (Bruinessen, 1995:17). Di dunia pesantren kitab-kitab itu kuning dikaji, diresepsi, dan dijadikan acuan moral oleh masyarakatpesantren (kiai dan santri) dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran-ajaran Islam ini ada yang ditulis dalam kitab-kitab kuning yang bercorak sastra, antara lain Kasidah Burdah karangan Muhammad Al-Busin. Di antara pesantren yang mengajarkan kitab Kasidah Burdah (selanjutnya disebut KB) kepada santrinya adalah Pesantren Darussalam Ciamis.

Keywords


Islam, kitab Kasidah Burdah, pesantren, tradisi

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jh.1875

Article Metrics

Abstract views : 756 | views : 1796

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 Fadlil Munawwar Manshur

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



ISSN 2302-9269 (online); ISSN 0852-0801 (print)
Copyright © 2020 Humaniora, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada