Gaya Bunyi

https://doi.org/10.22146/jh.1882

Rachmat Djoko Pradopo(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Gaya bunyi meliputi penggunaan bunyi-bunyi tertentu untuk mendapatkan
efek tertentu, yaitu efek estestis. Gaya bunyi berupa gaya ulangan bunyi:
asonasi, aliterasi, persajakan: sajak awal, sajak akhir, sajak dalam, dan sajak tengah. Kombinasi pola-pola bunyi itu membuat sajak menjadi merdu. Kombinasi bunyi yang merdu itu menimbulkan bunyi musik yang merdu dalam karya sastra, puisi pada khususnya. Bunyi musik atau orkestrasi itu dapat juga terdapat dalam prosa. Orkestrasi yang berbunyi merdu disebut efoni (euphony) dan yang tidak berbunyi merdu (parau) disebut kakofani (Cacophony).

Keywords


estetik, gaya bunyi, jenis, puisi

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jh.1882

Article Metrics

Abstract views : 6400 | views : 8542

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 Rachmat Djoko Pradopo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



free web stats Web Stats

ISSN 2302-9269 (online); ISSN 0852-0801 (print)
Copyright © 2022 Humaniora, Office of Journal & Publishing, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada