Memasuki Dunia Imajiner: Soal Sastra Mutakhir dan Kritiknya

https://doi.org/10.22146/jh.1910

Faruk Faruk(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Sastra Indonesia di awal perkembangannya dapat digolongkan sebagai
sastra yang terus-menerus merepresentasikan hasrat-hasrat manusia
akan sebuah dunia lain, dunia yang dibayangkan sebagai sebuah situasi dan kondisi sorgawi, yang memungkinkan orang memperoleh kesenangan dan kebahagiaan yang sejati, sempurna, lengkap. Sebaliknya, dunia ini, kehidupan di sini dan kini dipahami sebagai kehidupan yang hanya berisi penderitaan meskipun mengandung harapan. Itulah sebabnya, karya-karya sastra Indonesia yang awal itu dapat pula disebut sebagai karya-karya realisme idealistis meski sering disebut hanya sebagai karya-karya
romantik (lihat Faruk 1994).

Keywords


sastra Indonesia, imajiner, kritik, mutakhir, realisme

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jh.1910

Article Metrics

Abstract views : 1407 | views : 2016

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 Faruk Faruk

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



free web stats Web Stats

ISSN 2302-9269 (online); ISSN 0852-0801 (print)
Copyright © 2022 Humaniora, Office of Journal & Publishing, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada