Sistem Kedefinitan Bahasa Indonesia

https://doi.org/10.22146/jh.2043

B.R. Suryo Baskoro(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract



Secara semantis, nomina atau NP didefinisikan sebagai kata yang mengacu
pada manusia. binatang, dan konsep atau pengertian (Moeliono, 1988: 152).
Definisi flu sebenarnya baru mengacu pada isinya. Adapun secara semantis-pragmatis, yakni mengenai bagaimana isi itu disampaikan, NP dapat memiliki kandungan (packaging) bermacam-macam yang menentukan status NP itu. Status-status referen itu adalah (status) lama/baru, sebagai fokus kontras, status definit/takdefinit, sebagai subjek kalimat, topik kalimat, dan status sebagai sudut pandang (Chafe, 1976: 28). Status definit/takdefinit NP yang dibahas dalam tulisan ini memilikl hubungan yang erat dengan status lama/baru: NP (yang mengandung informasi) lama senantiasa definit, meskipun yang (mengandung lnformasi) baru tidak selamanya tak definit. Bahasa Indonesia (bI) mengenal pula kata sandang (si. sang. hang. dang), namun perilakunya tidak sama dengan artikel dalam bahasa Inggris dan Perancis, di samping pemakaiannya yang semakin tidak efektif atau demi tujuan penggayaan bahasa. Masalah yang kemudlan muncul ialah bahwa kedua jenis pemarkah itu tidak selamanya hadir/tersurat. Dengan perkataan lain, NP definit maupun takdefinit dalam bl acapkali dipergunakan tanpa pemarkah, atau berpemarkah nol.

Keywords


bahasa Indonesia, definit, sistem, semantis, tak definit

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jh.2043

Article Metrics

Abstract views : 836 | views : 716

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 B.R. Suryo Baskoro

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


ISSN 2302-9269 (online); ISSN 0852-0801 (print)
Creative Commons License Copyright © 2022 Humaniora. This website and its contents are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License