SEJARAH PUISI INDONESIA MODERN: SEBUAH IKHTISAR

https://doi.org/10.22146/jh.2158

Rachmat Djoko Pradopo(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Sejak lahirnya (1920) sampai sekarang (1990), kesusastraan Indonesia modern selalu berkembang. Dengan demikian, hal ini membuat adanya persambungan sejarah sastra Indonesia, baik dalam ragam prosa maupun puisi. Sampai sekarang, yang merupakan sajak Indonesia modern yang pertama adalah sajak "Tanah Air" yang ditulis oleh M. Jamin (Muhammad Yamin), terdapat dalam Jong Sumatra No.4, Tahun III, April 1920. Sebuah karya sastra itu sesungguhnya merupakan response terhadap karya sebelumnya, baik berupa tanggapan atau penyambutan yang bersifat penerusan konvensi maupun penyimpangan konvensi yang telah ada. Seorang penyair menulis puisi berdasarkan konvensi-konvensi puisi sebelumnya, tetapi sekaligus juga sering menyimpangi konvensi yang telah ada ataupun norma puisi sebelumnye. Hal ini mengingat bahwa karya sastra (puisi) itu tidak lahir dalam kekosongan
budaya. Demikian juga, karya sastra itu merupakan
regangan antara konvensi dan inovasi.

Keywords


karya sastra, prosa, puisi, sastra Indonesia, sastra modern sejarah

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jh.2158

Article Metrics

Abstract views : 14590 | views : 11921

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 Rachmat Djoko Pradopo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


ISSN 2302-9269 (online); ISSN 0852-0801 (print)
Creative Commons License Copyright © 2022 Humaniora. This website and its contents are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License