Pemakaian Bentuk-bentuk Kebahasaan secara "Opsional" dan Pemakaian Kata Mubazir

https://doi.org/10.22146/jh.2367

Sukamti Suratidjo(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Pemakaian bahasa secara "opsional" adalah pemakaian yang

artinya bisa dipakai bisa tidak (Kridalaksana 1983:212).

Istilah "opsional" dipakai untuk menamai tagmem yang hanya

muncul pada beberapa kontruksi (Cook, 1969:17). Kehadiran

suatu bentuk kebahasaan tidak menambah kejelasan dalam

pemakaian bahasa secara opsional, sebaliknya ketidakhadiran

suatu bentuk kebahasaan tidak mengurangi kejelasan informasi.

Keywords


bahasa, bentuk bahasa, kata, mubazir, opsional

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jh.2367

Article Metrics

Abstract views : 5934 | views : 1160

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2013 Sukamti Suratidjo

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



free web stats Web Stats

ISSN 2302-9269 (online); ISSN 0852-0801 (print)
Copyright © 2022 Humaniora, Office of Journal & Publishing, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada