Transformasi Upacara Adat Papua: Wor Dalam Lingkaran Hidup Orang Biak

https://doi.org/10.22146/jh.789

Enos H Rumansara(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Agama merupakan bagian / unsur penting dalam kehidupan manusia yang dapat memberikan ajaran-ajaran yang berupa aturan-aturan serta petunjuk-petunjuk yang dijadikan pedoman dalam kehidupan manusia dan diyakini kebenarannya.

Dalam kajian antropologi, agama dilihat sebagai sistem kebudayaan atau sebagai pranata sosial atau sebagai seperangkat simbol yang dapat digunakan manusia dalam kehidupan sosialnya. Geertz dalam kajiannya melihat agama sebagai suatu sistem kebudayaan, yang kebudayaan itu sendiri dilihatnya sebagai pola bagi kelakuan, yaitu terdiri atas serangkaian aturan-aturan, resep-resep, rencana-rencana, dan petunjuk yang digunakan manusia untuk mengatur tingkah lakunya (Suparlan, 1980:X). Atas dasar inilah agama digunakan oleh warga masyarakat sebagai pandangan hidup yang berfungsi menjelaskan keberadaan manusia di dunia, darimana ia berasal, dan kemana ia akan pergi sesudah meninggal. Dengan demikian, agama adalah satu-satunya bagian kebudayaan yang mampu menjelaskan arah dan tujuan hidup manusia. Itulah sebabnya agama dikatakan sebagai inti kebudayaan (Saifuddin, 1986: 5). Dengan demikian, dalam kajian antropologi agama tidak dapat dikaji dengan pendekatan teologi, tetapi dengan pendekatan ilmu-ilmu sosial.

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jh.789

Article Metrics

Abstract views : 1655 | views : 2948

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2012 Enos H Rumansara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



ISSN 2302-9269 (online); ISSN 0852-0801 (print)
Copyright © 2021 Humaniora, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada