MOSLEM IN THE JAVANESE CULTURE PLURALISM AND THE PALACE ART PERFORMANCE

https://doi.org/10.22146/jh.878

Sunaryadi Maharsiwara(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Pluralisme budaya Jawa yang terjadi karena interaksi dengan budaya lain menjadikan budaya Jawa kaya makna. Perpaduan dua unsur budaya yang berlainan mampu membentuk nilai baru dalam format yang harmonis. Konsep kewalian, jalan mistik, dan konsep kesempurnaan hidup di dalam Islam bahkan diterapkan dalam formulasi kultus kraton yang menjadi model konsepsi Jawa mengenai berbagai aturan, baik sosial maupun ritual, sehingga terjalin saling ketergantungan antara ajaran Islam dan masyarakat yang masih terikat tradisi dan norma adat. Ajaran Islam itu dipahami dan dikembangkan dengan kaca mata Jawa, diolah menjadi bentuk budaya Kejawen yang berbeda dengan aslinya, dan yang mudah diterima masyarakat. Dunia seni pertunjukan pun dapat dinyatakan telah terpengaruh oleh subkultur budaya Islam-Jawa. Paling tidak, kesan seperti itu dapat dilihat di dalam pergelaran wayang, beberapa tarian ritual, ataupun Tari Golek Menak yang ada di Kraton Yogyakarta

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jh.878

Article Metrics

Abstract views : 556 | views : 1110

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2012 Sunaryadi Maharsiwara

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



free web stats Web Stats

ISSN 2302-9269 (online); ISSN 0852-0801 (print)
Copyright © 2022 Humaniora, Office of Journal & Publishing, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada