Peningkatan Keterampilan dan Perekonomian Masyarakat Pesisir Pulau Lemukutan melalui Pelatihan Pembuatan Snack Berbasis Rumput laut

  • Ikha Safitri Universitas Tanjungpura
  • Warsidah Universitas Tanjungpura
  • Mega Sari Juane Sofiana Universitas Tanjungpura
  • Agus Yuliono Universitas Tanjungpura
Keywords: Food diversification, covid-19 pandemic, seaweed, snack, jelly

Abstract

The waters of Lemukutan Island have the potential of natural resources, including seaweed. Since 2011, Lemukutan Island has been the largest seaweed cultivation center in West Kalimantan. However, the Covid-19 pandemic has attacked all sectors and caused a decline in prices for fishery-based food commodities. This condition causes the farmers to suffer losses and the seaweed cultivation activity also decreases. Training on making snacks and seaweed jelly boba has been carried out to revive the economy of the coastal communities of Lemukutan Island. This activity involves all levels of the community through representatives of each RT using a hybrid method. Training is carried out with strict health protocols. This activity aims to improve the skills of coastal communities in processing seaweed-based foods. The training participants were very enthusiastic, from the presentation about the benefits of consuming seaweed for human health to the practice of making seaweed snacks and jelly.

=====

Perairan Pulau Lemukutan memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah termasuk rumput laut. Sejak 2011, Pulau Lemukutan menjadi sentra usaha budi daya rumput laut terbesar di Kalimantan Barat. Namun, pandemi Covid-19 telah menyerang semua sektor kehidupan dan menyebabkan kemerosotan harga pada komoditas pangan berbasis perikanan. Kondisi ini mengakibatkan pembudi daya mengalami kerugian dan usaha budi daya rumput laut di Pulau Lemukutan juga menurun. Pelatihan pembuatan snack krenyes dan jelly boba rumput laut telah dilaksanakan untuk menumbuhkan kembali perekonomian masyarakat pesisir Pulau
Lemukutan. Kegiatan ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat Pulau Lemukutan melalui perwakilan tiap RT dengan metode hibrid. Pelatihan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang tegas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat pesisir dalam mengolah makanan berbasis rumput laut. Peserta pelatihan sangat antusias mengikuti kegiatan, mulai dari pemaparan materi tentang manfaat dari mengonsumsi rumput laut bagi kesehatan manusia hingga praktik pembuatan snack dan jelly rumput laut.

References

Amosu, A.O.; Robertson-Andersson, D.V; Maneveldt, G.W.; Anderson, R.J.; Bolton, J.J. (2013). South African seaweed aquaculture: A sustainable development example for other African coastal Countries. African Journal of Agricultural Research, 8(43), 5268-5279, DOI: 10.5897/AJAR2013. 6994.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkayang, 2019, Kabupaten Bengkayang dalam Angka 2019. 336 hlm.
Blankenhorn, S.U. (2007). Seaweed Farming and Artisanal Fisheries in an Indonesian Seagrass bed-Complementary or Competitive Usages. [PhD thesis]: Faculty 2 Biology / Chemistry. University Bremen.
Dermawan, A.; Lubis, S.B.; Suraji. (2014). Status Pengelolaan Efektif Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Indonesia : Profil 113 Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kalimantan, Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan dan Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan Dan Perikanan.
Dhargalkal, V.K. and Pereira, N. (2005). Seaweed: Promising Plant of the Millenium. Science and Culture, 71(3), 60-6.
Hayashi, L.; Hurtado, A.Q.; Msuya, F.E.; Bleicher-Lhonneur, G.; and Critchley, A.T., 2010, A Review of Kappaphycus farm¬ing: Prospects and Constraints, In Israel, A.; Einav, R.; and Seckbach, J. (Eds.) Seaweeds and Their Role in Globally Changing Environments: Cellular Origin, Life in Extreme Habitats and Astrobiology. Springer, New York, 251- 283.
Larsen, R.; Eilersten, K.E.; Elvevoll, E.O. (2011). Health Benefits of Marine Foods and Ingredients. Biotechnology Advaces, 29:, 508-518.
Pereira, R. and Yarish, C. (2008). Mass Production of Marine Macroalgae. In Jørgensen, S.E. and Fath, B.D. (Eds.) Encyclopedia of Ecology. Vol.3, Ecological Engineering, Elsevier, Oxford, 2236-2247.
Sofiana, M.S.J., Risko, Helena, S., Nurrahman, Y.A., Apriliani, Permana, G.I., Amelia, D.R., Pangestu, N.J., Septian, M.R., Meidiana, V., Adinur, R.S., Irawan, H., Lestari, R.D.A., Hidayat, M., Ramadhan, G., Tarigas, M.T. (2018). Keanekaragaman Makroalga di Perairan Pulau Lemukutan Kalimantan Barat. Mini Project Report. Marine Science Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Tanjungpura.
Sofiana, M.S.J.; Aritonang, A.B.; Safitri, I.; Helena, S.; Nurdiansyah, S.I.; Risko; Fadly, D.; Warsidah. (2020). Proximate, Phytochemicals, Total Phenolic Content and Antioxidant Activity of Ethanolic Extract of Eucheuma spinosum Seaweed. Sys Rev Pharm, 11(8), 228-232.
Sofiana, M.S.J.; Yuliono, A.; Warsidah, Safitri, I. (2021). Sosialisasi Pemanfaatan Pangan Hasil Laut dan Diversifikasi Olahannya Sebagai Usaha Menanggulangi Stunting Pada Anak Balita di Kalimantan Barat. Journal of Community Engagement in Health, 4(1), 103-112, https://doi.org/10.30994/jceh.v4i1.121.
Yuliono, A.; Warsidah; Sofiana, M.S.J.; Kushadiwijayanto, A.A.; Apriansyah; Nurrahman, Y.A.; Aritonang, A.B.. (2021). Sosialisasi Konsumsi Hasil Laut sebagai Pangan Fungsional dalam Usaha Peningkatan Sistem Imunitas Tubuh selama Masa Pandemi Covid-19 di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ), 2(2), 183-193. https://doi.org/10.37385/ceej.v2i2.195.
Published
2021-10-27
Section
Articles