Koreografi Prekariat: Menari Melawan Logika Kapital dalam Diaspora Indonesia di Taiwan

  • Anastasia Melati Listyorini Taipei National University of the Arts
Keywords: pekerja migran Indonesia, tari, koreografi prekariat, kesalehan embodied, antropologi dekolonial

Abstract

Penelitian antropologi ini mengkaji praktik tari para pekerja migran perempuan Indonesia di Taiwan, sebagian besar perawat lanjut usia (lansia), sebagai bentuk "koreografi prekariat" (Standing 2011). Tujuan penelitian adalah memahami para pekerja marjinal menggunakan tari sebagai praktik dekolonial (Mignolo 2011) untuk menegosiasikan identitas, keyakinan, dan komunitas dalam kapitalisme global. Melalui etnografi jangka panjang (2019-2025), studi ini mengungkap tiga temuan utama. Pertama, tari menciptakan temporalitas dan spasialitas alternatif yang mendekolonisasi ritme kapitalis melalui "dance time" dan perebutan ruang publik. Kedua, dengan memperluas kerangka multispesies (Tsing 2015), penari secara taktis melibatkan platform digital untuk membangun solidaritas afektif dan kekerabatan digital. Ketiga, melalui negosiasi embodied kesalehan Islam (Mahmood 2005), penari meruntuhkan dikotomi sakral-profan, mengembangkan "kesalehan situasional" yang merekonsiliasi iman dengan ekspresi artistik. Studi ini menyimpulkan bahwa "koreografi prekariat" ini merupakan strategi bertahan hidup sekaligus protes politik halus, menawarkan wawasan kritis bagi antropologi seni dekolonial di Indonesia.

Published
2025-12-19
How to Cite
Listyorini, A. M. (2025). Koreografi Prekariat: Menari Melawan Logika Kapital dalam Diaspora Indonesia di Taiwan. Lembaran Antropologi, 4(2), 173-186. https://doi.org/10.22146/la.25879