Pemanfaatan Data Batimetri untuk Identifikasi Perubahan Dasar Laut pada Area Pertambangan Timah di Laut Penyusuk, Pulau Bangka

  • Vivy Wahyu Wijayanti Departemen Teknologi Kebumian, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
  • Bambang Kun Cahyono Departemen Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada https://orcid.org/0000-0003-0822-604X
Keywords: batimetri, laut penyusuk, penambangan timah, perubahan dasar laut, singlebeam echosounder

Abstract

Pulau Bangka memiliki potensi sumber daya alam laut, termasuk pertambangan timah yang aktif di Laut Penyusuk. Aktivitas ini menimbulkan dampak serius terhadap ekosistem, terutama perubahan topografi dasar laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan topografi dasar laut menggunakan data hasil pengukuran singlebeam echosounder dual frekuensi . Data diperoleh dari survei batimetri pada 30 Agustus 2023 dan 12 September, serta pasang surut prediksi dari Pushidros. Data diuji menggunakan metode TVU sesuai IHO S-44 edisi 6.2.0 tahun 2024. Interpolasi kedalaman dilakukan dengan metode kriging, sedangkan estimasi volume menggunakan metode average end area . Hasil analisis menunjukkan adanya pendalaman pada zona dalam di area A dengan rata-rata 0,33 meter Ketika diukur dengan frekuensi tinggi dan 0,52 meter Ketika diukur dengan frekuensi rendah, sementara zona dangkal mengalami pendangkalan rata-rata sebesar 0,37 meter ketika diukur dengan frekuensi tinggi dan 0,25 meter ketika diukur dengan frekuensi rendah. Area B mengalami pendangkalan rata-rata 0,13 meter. Hal ini menunjukkan bahwa penambangan timah berdampak langsung terhadap topografi dasar laut.

References

Adiyatno, S., Rifa’i, M. A., & Dewi, I. P. (2017). Pemetaan Karakteristik Pasang Surut dan Batimetri di Selat Semau Provinsi Nusa Tenggara Timur. Marine, Coastal and Small Islands Journal, 1(1), 44–55. https://doi.org/10.20527/m.v1i1.3307.

Basith, M., Dono Guntoro., & Novriadi. (2023). Rencana Teknis dan Biaya Reklamasi Tambang Timah Blok Sangau B.3 PT XYZ. Jurnal Riset Teknik Pertambangan, 41 46. https://doi.org/10.29313/jrtp.v3i1.2125

Badan Informasi Geospasial. Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1516. Cibinong.

Badan Standardisasi Nasional. 2010. Standar Nasional Indonesia (SNI) 7646:2010: Survei hidrografi menggunakan singlebeam echosounder. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

De Jong, C. D. (2010). Hydrography. Delft: VSSD.

IHO. (2024). International Hydrographic Organization Standards for Hydrographic Surveys S-44 Edition 6.2.0 International Hydrographic Organization Standards for Hydrographic Surveys.

Maiyenti, Elisa. (2013). Analisis Perubahan Bentuk Topografi Dasar Laut Selat Bangka. Skripsi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Muda, I. (2008). Teknik survei dan pemetaan: Untuk Sekolah Menengah Kejuruan, Jilid 3. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional.

Poerbandono, & Djunasjah. (2005). Survei hidrografi. Bandung: Refika Aditama.

Siregar, V. P., & Selamat, M. B. (2009). Interpolator dalam pembuatan kontur peta batimetri (Interpolator in bathymetric map contouring). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 1(1). https://doi.org/10.29244/jitkt.v1i1.7937

Syari, I. A., Nugraha, M. A., & Hudatwi, M. (2022). Dampak Penambangan Timah di Laut Terhadap Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Pemuja dan Malang Duyung, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Journal of Tropical Marine Science, 5(1), 63–69. https://doi.org/10.33019/jour.trop.mar.sci.v5i1.2965

Wibowo, C. (2022). Pemetaan Batimetri untuk Pendeskripsian Objek Bahaya Navigasi Menggunakan Data Multibeam Echosounder (Studi Kasus: Pelabuhan Benoa). Skripsi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Published
2025-12-31
How to Cite
Wijayanti, V. W., & Cahyono, B. K. (2025). Pemanfaatan Data Batimetri untuk Identifikasi Perubahan Dasar Laut pada Area Pertambangan Timah di Laut Penyusuk, Pulau Bangka. Journal of Geospatial Science and Technology, 3(2), 23-31. https://doi.org/10.22146/jgst.v4i2.25240