INTEGRASI PSIKOLOGI: ANTARA THE KNOWER DAN THE KNOWN

Nani Nurrachman

Abstract


Tulisan ini ingin memberikan suatu pandangan dari perspektif yang berbeda atas pertanyaan Mengintegrasikan Psikologi: Peluang atau Mimpi. Jawaban semula yang telah diberikan tergantung dari apakah ada optimisme dan jika ada maka jawabannya adalah (ada) peluang ‐‐‐ namun jika ada pesimisme maka jawabannya adalah (hanya) 
mimpi (Hastjarjo, 2008). Jawaban ini tidak memberikan kepastian sebagai suatu jawaban yang diharapkan dalam ilmu. Namun bagi ilmu psikologi, sebagai ilmu yang sejarahnya masih muda namun berkembang dengan pesat pada saat ini, jawaban yang diberikan telah membuka wawasan dan kesadaran kita tentang kompleksitas ilmu psikologi itu sendiri. Hal ini tentunya patut mendapat perhatian dan kepedulian kita sepenuhnya 
sebagai ilmuwan dan praktisi psiko!ogi di Indonesia. Jawaban yang sifatnya tergantung keadaan itu tentunya tergantung dari persepsi manusianya yang dalam hal ini adalah the knower: bagaimana ilmuwan/ praktisi psikologi secara objektif ilmiah dapat mengamati, meneliti serta menyelidiki sesama manusia. ʹObjekʹ dan subjek di sini bukanlah sesuatu yang diam. Sejarah tentang 
ilmu‐ilmu manusia menunjukkan adanya keberagaman yang menurut Smith (1997) dapat dipahami secara ganda.

Full Text: PDF

DOI: 10.22146/bpsi.7493

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Buletin Psikologi