DISINTEGRASI SOSIAL : SEBUAH TINJAUAN BUDAYA

https://doi.org/10.22146/jh.703

Sjafri Sairin(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Akhir-akhir ini terlihat semacam isyarat yang mengarah kepada kemungkinan akan terjadinya disintegrasi dalam kehidupan bangsa . Isyarat ini semakin kuat denyutnya dalam detak jantung kehidupan politik bangsa Indonesia akhir-akhir ini . Sejumlah orang Aceh dan Papua secara transparan telah menunjukkan keinginannya untuk melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjadikan negara mandiri yang merdeka, padahal dulu mereka sendiri turut mendukung berdirinya negara kesatuan Indonesia itu . Pada awal kemerdekaan dengan mengerahkan segala potensi yang ada padanya, masyarakat Aceh telah menunjukkan dukungan mutlak terhadap kemerdekaan yang diproklamasikan Bung Karno dan Bung Hatta, dengan mengumpulkan harta benda rakyat, membeli dan menyerahkan sebuah pesawat terbang yang diberi nama Seulawah menjadi milik negara yang baru merdeka itu . Ini adalah pesawat terbang pertama yang dimiliki negara ini . Begitu pula masyarakat Papua yang memilih menjadi bagian dari Republik Indonesia pada awal 1960 an . Namun, sekarang mereka seolah-olah merasa kecewa, dan ingin berdiri sebagai negara mandiri, lepas dari induknya, Republik Indonesia .

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jh.703

Article Metrics

Abstract views : 7417 | views : 26285

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2012 Sjafri Sairin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



free web stats Web Stats

ISSN 2302-9269 (online); ISSN 0852-0801 (print)
Copyright © 2022 Humaniora, Office of Journal & Publishing, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada