Aspek Simbolisme Telepon Genggam

https://doi.org/10.22146/jh.778

Atik Triratnawati(1*)

(1) 
(*) Corresponding Author

Abstract


Perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara maju. Terlebih lagi dalam hal kemajuan teknologi. Era informasi yang berkembang sekarang ini telah mendorong negara maju dan negara berkembang terusmenerus melakukan penemuan-penemuan baru di bidang teknologi, termasuk teknologi komunikasi informasi. Kemajuan teknologi komunikasi informasi di negara India dan Cina yang luar biasa terjadi karena sumber daya manusia yang mampu mengembangkan dan mengendalikan teknologi tersebut (Komputer Aktif, 2002:76). Dibandingkan kedua negara tersebut, Indonesia tertinggal jauh, baik pada perangkat lunak, keras, juga akibat terbatasnya sumber daya manusia yang mampu mengembangkan teknologi. Di Indonesia tradisi pendidikan, pengembangan, termasuk penelitian di bidang ilmu pengetahuan belum begitu mendarah daging sehingga tradisitradisi penemuan-penemuan baru di segala bidang kurang berkembang.

Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana pemakai telepon genggam memfungsikan benda tersebut. Apakah lebih ditekankan pada fungsi utamanya atau pada gengsi yang melekat di dalamnya? Di samping itu, penelitian ini juga meneliti aspek simbolisme yang muncul dari pemakaian benda ini, termasuk etika pemakaiannya. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui fungsi dan manfaat telepon genggam, mengetahui aspek simbolisme, mengidentifikasi norma dan etika yang berlaku, serta mengidentifikasi aspek positif dan negatif pemakaian alat ini bagi masyarakat.

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/jh.778

Article Metrics

Abstract views : 1961 | views : 2509

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2012 Atik Triratnawati

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



free web stats Web Stats

ISSN 2302-9269 (online); ISSN 0852-0801 (print)
Copyright © 2022 Humaniora, Office of Journal & Publishing, Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada