Terbitan
ARNAWA menerapkan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License, dengan hak cipta atas artikel yang diterbitkan berada pada jurnal. Penulis diwajibkan untuk mengalihkan hak cipta kepada jurnal setelah artikel dinyatakan diterima untuk publikasi.
Jurnal ini memperoleh lisensi non-eksklusif untuk menerbitkan artikel sebagai penerbit pertama (original publisher), termasuk hak komersial untuk menerbitkan edisi cetak yang dapat diperjualbelikan.
Sebagai jurnal akses terbuka (open access), penulis diperkenankan untuk memublikasikan artikel yang telah diterbitkan di situs web pribadi maupun repositori institusi, baik sebelum maupun setelah publikasi, dengan tetap mencantumkan informasi bibliografis yang memberikan kredit kepada ARNAWA sebagai sumber publikasi pertama.
Wayang Kulit sebagai Instrumen Edukasi: Re-Interpretasi Wayang Kulit di Museum Volkenkunde Leiden and Museum Wayang Kekayon Yogyakarta
Corresponding Author(s) : Kezia Permata
Arnawa,
Vol 1 No 2 (2023): Edisi 2
Abstrak
This research aims to analyze the influence of the relocation and timing on the educational value embedded in wayang kulit. Using the theory of "way of seeing," the observations are conducted through a qualitative approach. The value of wayang as an educational instrument is assessed based on its function, both in performances and as exhibition objects in museums. A case study was carried out regarding the placement of wayang kulit at Volkenkunde Museum Leiden and Museum Wayang Kekayon. The differences in two locations at two different times have an impact on the placement of wayang collections. Through this research, it is evident that the educational value of wayang kulit remains unchanged even though different presentation methods are used. Whether in performances or as museum exhibition objects, wayang kulit continues to play a role as an educational medium that can be enjoyed by the public.
===
Penelitian ini bermaksud menganalisis pengaruh perpindahan lokasi dan waktu terhadap nilai edukatif yang terkandung dalam wayang kulit. Melalui teori cara melihat (way of seeing), pengamatan dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Nilai wayang sebagai instrumen edukasi ditimbang berdasarkan fungsinya baik dalam pertunjukan maupun sebagai objek pameran dalam museum. Studi kasus dilakukan terhadap penempatan wayang kulit di Volkenkunde Museum Leiden dan Museum Wayang Kekayon. Adapun perbedaan pada dua lokasi pada dua masa yang berbeda ini berpengaruh dalam penempatan koleksi wayang. Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa nilai edukatif wayang kulit tidak berubah sekalipun metode penyajian yang berbeda. Baik dalam pertunjukan maupun sebagai objek pameran museum, wayang kulit tetap berperan sebagai media edukasi yang dapat dinikmati oleh masyarakat.
Unduh Kutipan
Endnote/Zotero/Mendeley (RIS)BibTeX
- Alpers, S. (1991). The Museum as a Way of Seeing. Dalam Ivan Karp & Steven Lavine (Ed.), Exhibiting Cultures: The Poetics and Politics of Museum Display (pp. 25–32). Washington D.C.: Smithsonian Institution Press.
- Baxandall, M. (1991). Exhibiting intention: Some preconditions of the visual display of culturally purposeful objects. Dalam Ivan Karp & Steven Lavine (Ed.), Exhibiting Cultures: The Poetics and Politics of Museum Display (pp. 33–41). Washington D.C.: Smithsonian Institution Press.
- Boonstra, S. (2019). Putting on a show: Collecting, exhibiting, and performing wayang at the Tropenmuseum from colonial times until the present. Wacana, Vol. 20, No. 1, 118–134.
- Brinkgreve, F., & van Hout, I. (2006). Java: Gifts, Scholarship and Colonial Rule. In Indonesia: The discovery of the past. Amsterdam: KIT Publishers.
- Hardiati, E. S., & ter Keurs, P. (2006). Indonesia: The discovery of the past. Amsterdam: KIT Publishers.
- Mrázek, J. (2005). Phenomenology of A Puppet Theatre: Contemplations on the art of Javanese wayang kulit. Netherlands: KITLV.
- van Ness, E. C., & Prawirodihardjo, S. (1980). Javanese Wayang Kulit: An Introduction. Kuala Lumpur: Oxford University Press.
- Walujo, K. (2000). Dunia Wayang: Nilai Estetis, Sakralitas dan Ajaran Hidup. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.