Terbitan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
ARNAWA menerapkan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License, dengan hak cipta atas artikel yang diterbitkan berada pada jurnal. Penulis diwajibkan untuk mengalihkan hak cipta kepada jurnal setelah artikel dinyatakan diterima untuk publikasi.
Jurnal ini memperoleh lisensi non-eksklusif untuk menerbitkan artikel sebagai penerbit pertama (original publisher), termasuk hak komersial untuk menerbitkan edisi cetak yang dapat diperjualbelikan.
Sebagai jurnal akses terbuka (open access), penulis diperkenankan untuk memublikasikan artikel yang telah diterbitkan di situs web pribadi maupun repositori institusi, baik sebelum maupun setelah publikasi, dengan tetap mencantumkan informasi bibliografis yang memberikan kredit kepada ARNAWA sebagai sumber publikasi pertama.
Harmoni Budaya dalam Pelestarian Aksara Jawa Lintas Bahasa pada Tabloid Carakita
Corresponding Author(s) : Vighna Rivattyannur Hernawan
Arnawa,
Vol 3 No 1 (2025): Edisi 1
Abstrak
Rapid technological advancements require traditional cultures to adapt in order to survive. One such effort to preserve culture is the publication of *Tabloid Carakita* by the Cultural Office (Kundha Kabudayan) of the Special Region of Yogyakarta. This magazine is written in Javanese script and features content in three languages: Javanese, Indonesian, and English. This article examines how *Tabloid Carakita* employs Javanese script in a cross-linguistic context and interprets this practice as both a preservation strategy and a manifestation of ‘cultural harmony.’ Research data were collected from various editions of *Tabloid Carakita* and analyzed qualitatively through observation, literature review, and informal interviews. The findings indicate that the cross-language use of Javanese script adheres to phonological rules that align with the sounds of the spoken languages. Additionally, the *Tabloid Carakita* has proven to be an effective strategy for preserving Javanese script through a modern approach that signifies cultural revitalization and harmony, while also conveying important social and cultural values.
===
Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut kebudayaan tradisional untuk menyesuaikan diri agar tetap lestari. Salah satu upaya pelestarian tersebut diwujudkan melalui penerbitan Tabloid Carakita oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta, yang ditulis menggunakan aksara Jawa dalam tiga bahasa, yaitu Jawa, Indonesia, dan Inggris. Artikel ini menelaah bagaimana Tabloid Carakita mempraktikkan penulisan aksara Jawa lintas bahasa (Jawa–Indonesia–Inggris) dan bagaimana praktik tersebut dimaknai sebagai strategi pelestarian serta perwujudan ‘harmoni budaya’. Data penelitian diperoleh dari kumpulan Tabloid Carakita yang dianalisis secara kualitatif dengan metode observasi, studi pustaka, dan wawancara informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penulisan aksara Jawa lintas bahasa tetap mengikuti kaidah fonologis yang menyesuaikan bunyi ujaran bahasa. Selain itu, pemanfaatan Tabloid Carakita terbukti efektif sebagai strategi pemertahanan aksara Jawa melalui pendekatan modern yang merepresentasikan revitalisasi dan harmoni budaya sekaligus mengandung nilai-nilai sosial dan budaya.
Unduh Kutipan
Endnote/Zotero/Mendeley (RIS)BibTeX
- Aryulita, E., & Octaviani, A. (2021, September). Pelaziman Aksara Jawa di SMKN 4 Yogyakarta. Tabloid Carakita, 3–5.
- Avianto, Y. F., & Prasida, T. A. S. (2018). Pembelajaran Aksara Jawa untuk Siswa Sekolah Dasar dengan Menggunakan Media Board Game. Aksara, 30(1), 133–148. https://doi.org/10.29255/aksara.v30i1.223.133-148
- Daniels, P. T. (1996). The Study of Writing Systems. Dalam The World’s Writing Systems (hlm. 3–17). Oxford University Press.
- Daniels, P. T., & Bright, W. (Ed.). (1996). The World’s Writing Systems. Oxford University Press. http://digitool.hbz-nrw.de:1801/webclient/DeliveryManager?pid=2224212&custom_att_2=simple_viewer
- Darusuprapta, Hardjawijana, H., Nursatwika, Subalidinata, R. S., Hadiatmaja, S., Puspita, A. P., Prawiradisastra, S., Suwadji, Gina, Mustiko, P., Suhardjendra, E., Koesoemanto, Tjoktowinoto, S., Sunardji, Sudiyanto, Sudiyatmana, R. M. A., Hudan, N. S., Kartomihardjo, S., Sudjarwadi, & Kuntarto, E. (1995). Pedoman Penulisan Aksara Jawa. Yayasan Pustaka Nusatama.
- Fakhruddin, D., Sachari, A., & Haswanto, N. (2019). Pengembangan Desain Informasi dan Pembelajaran Aksara Jawa melalui Media Website. ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 5(01), 1–23. https://doi.org/10.33633/andharupa.v5i01.1990
- Giddens, A. (2013). The Consequences of Modernity. Wiley. https://public.ebookcentral.proquest.com/choice/publicfullrecord.aspx?p=1184142
- Hakim, L. N. (2013). Ulasan Metodologi Kualitatif: Wawancara Terhadap Elit. Aspirasi: Jurnal Masalah-masalah Sosial, 4(2), 165–172. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v4i2.501
- Khansa, N. M. (2022). Pengaruh Globalisasi Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia. JIBS: Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 9(1), 1–8. https://doi.org/10.21067/jibs.v9i1.6453
- Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka.
- Koentjaraningrat. (2015). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan (Cet. 21). Gramedia Pustaka Utama.
- Malabar, S. (2015). Sosiolinguistik. Ideas Publishing.
- Nihayati, S. N. (2022, April 25). Tabloid Carakita [WhatsApp].
- Nuryani, Isnaniah, S., & Eliya, I. (2021). Sosiolinguistik dalam Pengajaran Bahasa Berbasis Multikultural: Teori dan Praktik Penelitian (S. Hudaa, Ed.). In Media.
- Quinn, G. (2021). Digital Technology and the Resurrection of Modern Literature in Javanese: Redefining Indonesia’s Mono-Lingual Literary Nationalism? 124–127. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211212.023
- Rahardjo, T., Degeng, I. N. S., & Soepriyanto, Y. (2019). Pengembangan Multimedia Interaktif Mobile Learning Berbasis Anrdroid Aksara Jawa Kelas X SMK Negeri 5 Malang. JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 2(3), 195–202. https://doi.org/10.17977/um038v2i32019p195
- Ramoo, D. (2021). Psychology of Language. BCcampus. https://psychologyoflanguage.pressbooks.tru.ca/
- Rochayah, & Djamil, M. (1995). Sosiolinguistik (Sociolinguistics). Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
- Rusyadi, R., & Fitriyani, A. (2024). Harmoni Kebudayaan: Satu Tinjauan Etnografi Masyarakat Suku Tengger (W. A. Permatasari, Ed.). Mata Kata Inspirasi.
- Siyoto, S., & Sodik, A. (2015). Dasar Metodologi Penelitian (Ayup, Ed.). Literasi Media Publishing.
- Smith, J. S. (1996). Japanese Writing. Dalam The World’s Writing Systems (hlm. 209–217). Oxford University Press.
- Syahbarina, M. (2017). Pengembangan Media MONORAJA (Monopoli Aksara Jawa) untuk Siswa Sekolah Dasar. Mimbar Sekolah Dasar, 4(3), 245–255. https://doi.org/10.53400/mimbar-sd.v4i3.7919
- Tim Kongres Aksara Jawa I Yogyakarta. (2021). Tata Tulis Aksara Jawa (Simplified dan Tradisional). Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Tim Redaksi Carakita. (2021, Juli). Carakita “Sebuah Akronim dari Carakan Kita.” Tabloid Carakita, 10.
- Wardani, S. (2015). Pemanfaatan Teknologi Augmented Reality (AR) untuk Pengenalan Aksara Jawa pada Anak. Jurnal Dinamika Informatika, 5(1).
- Wulandari, Y. D., Poerwanti, E., & Isbadrianingtyas, N. (2018). Pengembangan Media Perdasawa (Permainan Dakon Aksara Jawa) Mata Pelajaran Bahasa Jawa pada Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD), 6(1), 75–87. https://doi.org/10.22219/jp2sd.v6i1.5905