Terbitan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
ARNAWA menerapkan lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License, dengan hak cipta atas artikel yang diterbitkan berada pada jurnal. Penulis diwajibkan untuk mengalihkan hak cipta kepada jurnal setelah artikel dinyatakan diterima untuk publikasi.
Jurnal ini memperoleh lisensi non-eksklusif untuk menerbitkan artikel sebagai penerbit pertama (original publisher), termasuk hak komersial untuk menerbitkan edisi cetak yang dapat diperjualbelikan.
Sebagai jurnal akses terbuka (open access), penulis diperkenankan untuk memublikasikan artikel yang telah diterbitkan di situs web pribadi maupun repositori institusi, baik sebelum maupun setelah publikasi, dengan tetap mencantumkan informasi bibliografis yang memberikan kredit kepada ARNAWA sebagai sumber publikasi pertama.
Representasi Lingkungan Hidup dalam Geguritan Ĕnggung: Kajian Ekologi Sastra
Corresponding Author(s) : I Wayan Kasu Wardana
Arnawa,
Vol 3 No 2 (2025): Edisi 2
Abstrak
This study examines how the natural environment is represented in Geguritan Ĕnggung, a traditional Balinese literary work. Geguritan Ĕnggung highlights the harmonious relationship between humans and nature. The main goal of this research is to reveal the ecological values embedded in traditional Balinese literature, which remain relevant for environmental preservation. The study uses a descriptive qualitative method with an ecocritical (literary ecology) approach. Primary data is the Geguritan Ĕnggung text, transliterated from Balinese to Latin script and translated into Indonesian. Secondary data comes from related literature. Data collection involved documentation and note-taking. Content analysis was used to identify, classify, and interpret ecological symbols in the text. Results show Geguritan Ĕnggung represents the environment through fauna and nature. Animal characters are personified as humans, while natural settings—such as rice fields, rivers, mountains, and the sea—symbolize balance and harmony. The work illustrates nature's beauty and stresses the moral value of environmental preservation. Geguritan Ĕnggung reflects Balinese society's ecological awareness and serves as a medium for instilling a love of nature through local wisdom.
===
Penelitian ini membahas representasi lingkungan hidup dalam Geguritan Ĕnggung, salah satu karya sastra Bali tradisional yang merefleksikan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Alasan utama penelitian ini dilakukan adalah untuk mengungkap nilai-nilai ekologis yang tersirat dalam karya sastra tradisional Bali yang hingga kini masih relevan dalam konteks pelestarian lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekologi sastra. Data utama berupa teks Geguritan Ĕnggung yang telah dialihaksarakan dari aksara Bali ke aksara Latin dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, sedangkan data sekunder diperoleh dari kajian pustaka yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan teknik catat, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan tahapan identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi terhadap simbol-simbol ekologis dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Geguritan Ĕnggung merepresentasikan lingkungan hidup dalam dua aspek utama, yaitu aspek hewan dan aspek alam. Aspek hewan tercermin melalui tokoh-tokoh hewan yang dipersonifikasikan layaknya manusia, sedangkan aspek alam direpresentasikan melalui penggunaan latar seperti sawah, sungai, gunung, dan laut yang berfungsi sebagai simbol keseimbangan kehidupan. Dengan demikian, Geguritan Ĕnggung menjadi karya sastra yang mencerminkan kesadaran ekologis masyarakat Bali serta relevan sebagai media edukatif dalam menanamkan nilai cinta alam melalui kearifan lokal.
Unduh Kutipan
Endnote/Zotero/Mendeley (RIS)BibTeX
- Agastia, I. B. (1980). Geguritan Sebuah Bentuk Karya Sastra. Denpasar: Sarasehan Sastra.
- Amala, E., & Widayati, S. (2021). Analisis Ekologi Karya Sastra pada Novel Rindu Terpisah di Raja Ampat Karya Kirana Kejora Sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Menengah Atas. Griya Cendikia 6: 180–191.
- Annisa, Z. N., Rahman, H., & Putri, N. Q. H. (2022). Analisis Ekologi Sastra dalam Cerita Rakyat Jawa Timur. Prosiding Pibsi Universitas PGRI Yogyakarta, 623–628.
- Apriani, N. W. (2019). Analisis Struktur Naratif dan Fungsi Geguritan Guru Bhakti. Prosiding STKIP Agama Hindu Amlapura, 27–42.
- Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, 14th ed. Jakarta: Rineka Cipta.
- Endraswara, S. (2016). Metodologi penelitian ekologi sastra: Konsep, langkah, dan penerapan (1 ed.). Yogyakarta: CAPS (Center for Academic Publishing Service).
- Herbowo, N. A. S. (2020). Kajian Ekologi Sastra Berbasis Nilai Kearifan Lokal Dalam Cerpen “Orang Bunian” Karya Gus Tf Sakai. Dialektika: Jurnal Bahasa Sastra dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 7: 63–75.
- Herbst, E. (2015). Bali 1928 Vol III Lotring dan Sumber-Sumber Tradisi Gamelan. Denpasar: STMIK STIKOM Bali.
- Iskandar, D. T. (1998). Amfibi Jawa dan Bali (1 ed.). Jakarta: Puslitbang Biologi-LIPI.
- Nurgiyantoro, B. (1995). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
- Sari, M. (2018a). Ekologi Sastra Pada Puisi dalam Novel Bapangku Bapunkku Karya Pago Hardian. Parataksis Jurnal Bahasa Sastra dan Pembelajaran Bahasa Indonesia 1. [https://doi.org/10.31851/parataksis.v1i1.2255].
- Sari, M. (2018b). EKOLOGI SASTRA PADA PUISI DALAM NOVEL BAPANGKU BAPUNKKU KARYA PAGO HARDIAN. Parataksis: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia 1 (1). [https://doi.org/10.31851/parataksis.v1i1.2255].
- Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.
- Sundari, D., Wardarita, R., & Wardiah, D. (2021). Kajian Ekologi Sastra dalam Novel Perempuan Bersampur Merah Karya Intan Andaru. Jurnal Pendidikan Tambusai 5 (3): 6002–6008.
- Wardana, I Wayan Kasu. (2023). Geguritan Enggung: Analisis Ekologi Sastra. Skripsi Sarjana. Denpasar: Universitas Udayana.
- Widianti, A. W. (2017). Kajian Ekologi Sastra dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2014 di Tubuh Tarra dalam Rahim Pohon. Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 1 (1). [https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v1i2.576].
- Wikisource. (n.d.). Gaguritan Enggung. Wikimedia Foundation. Diakses pada 3 Desember 2025, from https://wikisource.org/wiki/Page:Bali-lontar-gaguritan-enggung-350ppi.pdf/1
- Zoetmulder, P. J., & Robson, S. O. (1995). Kamus Jawa Kuna-Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.