Aktivitas Antimikroba Ekstrak Kulit dan Jantung Pisang Muli (Musa Acuminata) terhadap Bakteri Escherichia coli

https://doi.org/10.22146/agritech.26625

Dewi Sartika(1*), Novita Herdiana(2), Suci Nata Kusuma(3)

(1) Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung, Lampung
(2) Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung, Lampung
(3) Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung, Lampung
(*) Corresponding Author

Abstract


Daging ayam merupakan salah satu bahan pangan yang memegang peranan penting sebagai sumber protein hewani dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui adanya daya hambat ekstrak kulit dan jantung pisang muli sebagai antimikroba alami dalam menurunkan cemaran Escherichia coli, (2) menentukan konsentrasi terbaik ekstrak kulit dan jantung pisang muli sebagai antimikroba alami untuk menurunkan cemaranEscherichia coli, (3) mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak kulit dan jantung pisang muli sebagai antimikroba alami dalam penurunan cemaranEscherichia coli pada daging ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit dan jantung pisang muli memiliki daya hambat sebagai antimikroba alami dalam menurunkan cemaran bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit pisang muli memiliki daya hambat pertumbuhan bakteri E. coli dengan diameter sebesar 6.45 mm dengan aktivitas antibakteri sedang. Penghambatan ekstrak jantung pisang muli menunjukkan mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dengan diameter hambat sebesar 5.63 mm dengan kategori aktivitas antimikroba sedang. Konsentrasi terbaik ekstrak kulit dan jantung pisang muli sebagai antimikroba alami untuk menurunkan cemaran Escherichia coli yaitu masing-masing konsentrasi ekstrak 100% pada taraf nyata 5%. Ekstrak kulit dan jantung pisang muli mampu menurunkan cemaran bakteri Escherichia coli pada daging ayam dengan kategori rendah, dengan angka penurunana dari 8log1.8 menjadi 7log3.0 koloni/g (ekstrak kulit pisang) dan 8log1.6 menjadi 7log4,4 (ekstrak jantung pisang). Total penurunan mikrobia oleh ekstrak kulit dan jantung pisang hanya 1log cycle dengan kategori kativitas anti bakterinya adalah rendah.

Keywords


Antimikroba, Escherichia coli; jantung; kulit; pisang muli

Full Text:

PDF


References

Babu, M. A., Suriyakala, M. A., & Gothandam, K. M. (2012).Varietal impact on phytochemical contents and antioxidant properties of Musa acuminate (banana). J. Pharm. Sci. & Res., 10, 1950 ̶ 1955.

BSN (Badan Standardisasi Nasional). (2009). SNI 01-3924-2009 Tentang Mutu Karkas dan Daging Ayam. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Davis, W. W. & Stout, T. R. (1971). Disc plate methods of microbiological antibiotic assay. J.Applied Microbiology, 22(4), 666 ̶ 670.

Departemen Kesehatan, RI. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, CetakanPertama (hal. 10-12). Jakarta: Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan.

Dewantoro, G. I. (2011). Tingkat Prevalensi Escherichia coli dalam Daging Ayam Beku yang Dilalulintaskan Melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Djaafar, T. F. & Rahayu, S. (2007). Cemaran mikroba pada produk pertanian, penyakit yang ditimbulkan dan pencegahannya. J. Litbang Pertanian, 26, 67 ̶ 75.

Fardiaz, S. (1989). Analisa Mikrobiologi Pangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Gunawan, Didik, Mulyani, & Sri. (2004). Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) Jilid I. Jakarta: Penebar Swadaya.

Jawetz, E., Melnick, J. L., & Adelberg E. A. (1995). Review of Medical Microbiology (hal. 227-230). Los Altos, California: Lange edicalPublication.

Lee, E. H., Yeom, H. J., Ha, M.S., & Bae, D. H. (2010). Development of banana pell jelly and its antioxidant and textural properties. J. Food Sci. Biotechnol, 19(2), 449-455. http://doi.org/10.1007/s10068-010-0063-5

Mahmood, A., Ngah, N., & Omar, M. N. (2011). Phytochemicals constituent and antioxidant activities in Musa x paradisiaca flower. European Journal of Scientific Research, 66(22), 311 ̶ 318.

Mardaningsih, A. & Aini, R. (2014). Pengembangan potensi ekstrak daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb) sebagai agen antibakteri. J. of Pharmaciana, 4(2), 184-192. http://doi.org/10.12928/pharmaciana.v4i2.1577

Marliena, L. (2016). Uji Bakteriologis dan Organoleptik Daging Ayam (Gallusdomesticus) di Pasar Tradisional dan Pasar Modern Kota Bandar Lampung. Skripsi. Lampung: Universitas Lampung.

Ningsih, A. P., Nurmiati, & Agustien, A. (2013). Uji aktivitas antibakteri ekstrak kental tanaman pisang kepok kuning (Musa Paradisiaca Linn.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jurnal Biologi Universtas Andalas, 2(3), 207 ̶ 213.

Nur, J., Dwyana, A., & Abdullah, A. 2013. Biokativitas Getah Pelepah Pisang Ambon Musa paradisiacavar sapientum terhadap Pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeuroginosa, dan Escherichia coli. Skripsi. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Nuria, M.C., (2010). Antibacterial activities from jangkang (Homalocladium platycladum (F.Muell) Bailey) Leaves. Jurnal Ilmu Pertanian, 6(2), 9 ̶ 15.

Nuryati, L., Noviati, Waryanto, R., & Widianingsih, R. (2015). Outlook Komoditas Pertanian Sub Sektor Peternakan (Daging Ayam). Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian. Jakarta.

Pendit, P. A. C., Zubaidah, E., & Sriherfyna, F. H. (2016). Karakteristik fisik-kimia dan aktivitas antibakteri esktrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Jurnal Pangan dan Agroindustri, 4(1), 400 ̶ 409.

Pelczar, M. J. & Chan, E. C. S. (1988). Dasar-Dasar Mikrobiologi Jilid 1. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Poeloengan, Masniari, Andriani, & Susan, N. M. (2007). Uji daya antibakteri ekstrak etanol kulit batang bungur (Langerstoremia speciosa Pers.) terhadapStaphylococcus aureus dan Eschericia coli secara in vitro. Dalam Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteruner, 776 ̶ 782.

Pradana, D., Suryanto, D., & Djayus, Y. (2013). Uji daya hambat ekstrak kulit batang rhizophora mucronata terhadap pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila, Streptococcus agalactiae dan jamur Saprolegnia sp. J. Aquacoastmarine, 2(1), 78 ̶ 92.

Prasetyo & Inoriah, E. (2013). Pengolahan Budidaya Tanaman dan Obat-Obatan (Bahan Simplisia), 16-19. Bengkulu: Badan Penerbitan Fakuktas Pertanian, Universitas Bengkulu.

Saraswati, F. N., (2015). Uji AKtivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa Balbisiana) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat (Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, dan Propionibacterium acne). Skripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Snyder, C. R., Kirkland, J. J., & Glajach, J. L. (1997). Practical HPLC Method Development, 2nd ed. (hal. 722 ̶ 723). New York: John Wiley and Sons, Lnc.

Usmiati, S. (2010). Pengawetan daging segar dan olahan. Balai Besar Penelitian danPengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor. Jurnal Teknologi Sains, 9(3), 46-51.

Windiyartono, A., Rianti, Rr., & Wannietie, V. (2016). Efektivitas tepung bunga kecombrang (Nicolaia Speciosa Horan) sebagai pengawet terhadap aspek kimia daging ayam broiler. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 4(1), 19 ̶ 23. http://dx.doi.org/10.23960/jipt.v4i1.p%25p



DOI: https://doi.org/10.22146/agritech.26625

Article Metrics

Abstract views : 218 | views : 195

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Agritech

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Agritech has been Indexed by:


Agritech (print ISSN 0216-0455; online ISSN 2527-3825) is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies.


website statisticsView My Stats