Prevalensi Kapang Okratoksigenik dan Kandungan Okratoksin A pada Kopi Selang Semende

https://doi.org/10.22146/agritech.39542

Rika Puspitasari MZ(1), Harsi Dewantari Kusumaningrum(2*), Ratih Dewanti Haryadi(3)

(1) Departement Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor Kampus IPB Dramaga
(2) Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB, Darmaga, Jl. Lingkar Akademik, Babakan, Kec. Dramaga, Bogor, Jawa Barat 16680
(3) Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB, Darmaga, Jl. Lingkar Akademik, Babakan, Kec. Dramaga, Bogor, Jawa Barat 16680
(*) Corresponding Author

Abstract


Kecamatan Semende, Kabupaten Muara Enim merupakan daerah penghasil kopi dengan produksi mencapai 92% dari komoditi hasil pertaniannya. Kopi selang adalah istilah lokal untuk kopi yang dipanen pada Desember- Juli sebelum musim panen raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kapang oktratoksigenik dan kandungan okratoksin A pada kopi selang Semende. Sejumlah 40 sampel kopi selang dikumpulkan dari petani (buah dan biji kopi beras), pengumpul (biji kopi beras), dan pengolah (bubuk kopi). Sampel dianalisis kadar air, mutu mikrobiologi dan kandungan okratoksin. Rata-rata kadar air buah kopi dan biji kopi asal petani
ditemukan sebesar 69,88% dan 13,90%, sedangkan biji kopi asal pengumpul dan bubuk kopi asal pengolah sebesar 13,45% dan 2,97%. Kadar air biji kopi sedikit melebihi ketentuan dalam SNI yaitu 12,5%. Rata-rata angka lempeng total dan angka kapang-khamir pada bubuk kopi di tingkat pengolah adalah 1,90 Log CFU/g dan 1,99 Log CFU/g, masih memenuhi persyaratan yang berlaku untuk bubuk kopi. A. niger ditemukan pada buah kopi asal petani (50%), biji kopi asal petani (90%) maupun pengumpul (90%) dan pada bubuk kopi (30%). A. ochraceus hanya ditemukan pada biji kopi petani (10% ) dan bubuk kopi (30%). Hal ini menunjukkan bahwa kapang pencemar sudah ditemukan sejak dari tingkat petani. Walaupun demikian, kandungan okratoksin A relatif rendah dan masih memenuhi persyaratan yang ditentukan (maksimum 5 ppb). Okratoksin A pada biji kopi asal pengumpul ditemukan pada kisaran 0,86 ppb-2,81 ppb, sedangkan pada biji kopi asal petani sebesar 0,14 ppb dan pada bubuk kopi asal pengolah sebesar 0,19 ppb.

Keywords


A. niger; A. ochraceus; Biji Kopi; Mutu Mikrobiologi Kopi; Okratoksin



References

[BPS] Badan Pusat Statistik. (2016). Kabupaten Muara Enim Dalam Angka. Muara Enim: BPS Kabupaten Muara Enim.

 

[SNI] Standar Nasional Indonesia. (2004). Kopi Bubuk SNI 01-3542-2004. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional Indonesia.

 

[SNI] Standar Nasional Indonesia. (2009). Batas maksimum kandungan mikotoksin dalam pangan SNI 7385:2009. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional Indonesia.

 

[SNI] Standarisasi Nasional Indonesia. (2008a). Biji Kakao SNI 2323:2008. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional Indonesia.

 

[SNI] Standarisasi Nasional Indonesia. (2008b). Biji Kopi SNI 2907:2008. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional Indonesia.

 

[SNI] Standarisasi Nasional Indonesia. (2014). Kopi Instan SNI 2983:2014. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional Indonesia.

 

Abid, S., Hassen, W., Achour, A., Skhiri, H., Maaroufi, K., Ellouz, F., … Bacha, H. (2003). Ochratoxin A and human chronic nephropathy in Tunisia: Is the situation endemic? Human and Experimental Toxicology, 22(2), 77–84. https://doi.org/10.1191/0960327103ht328oa

 

BAM. (2001). BAM: yeasts, molds and mycotoxins. FDA’s Bacteriological Analytical Manual. Retrieved from: www.fda.gov/food/foodscienceresearch/laboratorymethods/ucm071435.htm%0A

 

Batista, L. R., Chalfoun, S. M., Silva, C. F., Cirillo, M., Varga, E. A., & Schwan, R. F. (2009). Ochratoxin A in coffee beans (Coffea arabica L.) processed by dry and wet methods. Food Control, 20(9), 784–790. https://doi.org/10.1016/j.foodcont.2008.10.003

 

Bhat, P. V., Pandareesh, M. D., Khanum, F., & Tamatam, A. (2016). Cytotoxic effects of ochratoxin a in neuro-2a cells: Role of oxidative stress evidenced by N-acetylcysteine. Frontiers in Microbiology, 7(AUG), 1–12. https://doi.org/10.3389/fmicb.2016.01142

 

Bullerman, L. (1984). Effects of pottasium sorbate on growth and patulin production by Penicillium patulum and Penicillium roqueforti. Jounal Food and Protection, 47, 312–315.

 

Choiron, M. (2010). Penerapan GMP pada penanganan pasca panen kopi rakyat untuk menurunkan okratoksin produk kopi (studi kasus di Sidomulyo, Jember). Agrointek, 4(2), 114–120.

 

Ehrlich, V., Darroudi, F., Uhl, M., Steinkellner, H., Gann, M., Majer, B., … Knasmuller, S. (2002). Genotoxic effects of ochratoxin A in human-derived hepatoma (HepG2) cells. Journal Food and Chemical Toxicology, 40, 1085–1090. https://doi.org/org/10.1016/S0278-6915(02)00045-5.

 

Fazekas, B., Tar, A., & Kovacs, M. (2005). Ochratoxin A content of urine samples of healthy humans in Hungary. Journal Acta Vetenary Hungary, 53, 35–44. https://doi.org/DOI: 10.1556/AVet.53.2005.1.4

 

Harahap, M. R. (2017). Identifikasi daging buah kopi robusta berasal dari Provinsi Aceh. Journal of Islamic Science and Technology, 3(2), 201–210.

 

ISO 4833:2013. (2013). Microbiology food and chain for pour plate. International Standard Organization.

 

Jilani, K., Lupescu, A., Zbidah, M., Abed, M., Shaik, N., & Lang, F. (2012). Enhanced apoptotic death of erythrocytes induced by the mycotoxin ochratoxin A. Kidney and Blood Pressure Research, 36(1), 107–118. https://doi.org/10.1159/000341488

 

Micco, C., Grossi, M., Miraglia, M., & Brera, C. (2015). A study of the contamination by ochratoxin A of green and roasted coffee beans, (September). https://doi.org/10.1080/02652038909373788

 

Moslem, M. A., Mashraqi, A., Abd-Elsalam, K. A., Bahkali, A. H., & Elnagaer, M. A. (2010). Molecular detection of ochratoxigenic Aspergillus species isolated from coffee beans in Saudi Arabia. Genetics and Molecular Research : GMR, 9(4), 2292–2299. https://doi.org/10.4238/vol9-4gmr943

 

Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, R. I. (2016). Kriteria Mikrobiologi dalam Pangan. In Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (No 16). Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan.

 

Perrone, G., Mule, G., Susca, A., Battilani, P., Pietri, A., & Logrieco, A. (2006). Ochratoxin A Production and Amplified Fragment Length Polymorphism Analysis of. Society, 72(1), 680–685. https://doi.org/10.1128/AEM.72.1.680

 

Pitt, J. I., & Hocking, A. D. (2009). Fungi and food spoilage. Springer. https://doi.org/10.15713/ins.mmj.3

 

Rusdianto, A. S. (2008). Peningkatan kualitas kopi rakyat dengan penerapan HACCP.

 

Sava, V., Reunova, O., Velasquez, A., Harbison, R., & Sánchez-Ramos, J. (2006). Acute neurotoxic effects of the fungal metabolite ochratoxin-A. NeuroToxicology, 27(1), 82–92. https://doi.org/10.1016/j.neuro.2005.07.004

 

Susila, W. (2004). Standar OTA Eropa untuk Kopi: Musuh yang Konstruktif. Lembaga Riset Perkebunan. Bogor: Lembaga Riset Perkebunan.

 

Taniwaki, M. H., Urbano, G. R., Cabrera Palacios, H. A., Leitaa O, M. F. F., Menezes, H. C., Vicentini, M. C., … Taniwaki, N. N. (2001). Infuence of water activity on mould growth and ochratoxin A production in coffee. Trieste, Italy: 19th ASIC Coffee Conference.

 

Tsuboichi, H., Terada, H., Yamamato, K., Hisada, K., & Sakabe, Y. (1985). Caffein degradation and increased ochratoxin A production by toxigenic strains Aspergillus ochraceus isolated from green coffee beans. Mycopathologia, 90, 182–186.

 

Valero, A., Begum, M., Leong, S. L., Hocking, A. D., Ramos, A. J., Sanchis, V., & Marín, S. (2007). Effect of germicidal UVC light on fungi isolated from grapes and raisins. Letters in Applied Microbiology, 45(3), 238–243. https://doi.org/10.1111/j.1472-765X.2007.02175.x

 

Widyotomo, S., & Sri, M. (2007). Senyawa penting pada biji kopi. WARTA Puslitkoka Indonesia, 23 (1), 44–50.

 

Wijaya, D. A., & Yuwono, S. S. (2015). Pengaruh lama pengukusan dan konsentrasi etil asetat terhadap karakteristik kopi pada proses dekafeinasi kopi robusta. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 3(4), 1560–1566.

 

Yani, A. (2008). Infeksi Cendawan pada biji kopi selama proses pengolahan primer (studi kasus di Propinsi Bengkulu). Jurnal Akta Agrosia, Vol.11 No., 87–95.



DOI: https://doi.org/10.22146/agritech.39542

Article Metrics

Abstract views : 637 | views : 1655

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2020 Agritech

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

agriTECH has been Indexed by:


agriTECH (print ISSN 0216-0455; online ISSN 2527-3825) is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies.


website statisticsView My Stats