Identifikasi Bakteri Asam Laktat dan Aktivitas Penghambatan Radikal pada Jaruk Tigarun (Crataeva nurvala, Buch Ham)

https://doi.org/10.22146/agritech.16604

Narzani Rahmi(1*), Eni Harmayani(2), Umar Santosa(3), Purnama Darmadji(4)

(1) Baristand Industri, Jalan Panglima Batur Barat No. 2 Banjarbaru 70711
(2) Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1 Bulaksumur, Yogyakarta 55281
(3) Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1 Bulaksumur, Yogyakarta 55281
(4) Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1 Bulaksumur, Yogyakarta 55281
(*) Corresponding Author

Abstract


Jaruk tigarun is a traditional fermented food from South Borneo made from tigarun flower that was fermented in water without salt addition. The objectives of the research were to isolate and identify the Lactic Acid Bacteria (LAB) from jaruk tigarun then to determine the DPPH radical scavenging activities of jaruk tigarun extracts. LAB was isolated from jaruk tigarun which was fermented for 7 days at room temperature. Media of MRS+CaCO3 were used to isolate the LAB while API 50 CHL kit was utilised to identify them. Fresh flowers and jaruk tigarun were also freeze-dryed, crushed and extracted using methanol, ethanol and ethyl acetate. The total phenolic and antioxidant activity of each extract were determine with Folin-Ciocalteu method and DPPH. Three isolates of LAB were isolated and identified as Lactobacillus plantarum. The fermentation was able to increase total phenolic of jaruk tigarun which was extracted with methanol, ethanol, and ethyl acetate (53.24 ± 0.73, 44.86 ± 0.90 and 23.95 ± 0.13 mg GAE/g extract, respectively). Similarly, the antioxidant activity of jaruk tigarun that were extracted with methanol, ethanol and ethyl acetate increased to 92.68 ± 0.02 %, 92.43 ± 0.11 %, and 42.94 ± 0.02 %. Methanolic extract of jaruk tigarun has the highest IC50 that was equal to 1.511 μg/mL. UV-Vis spectrum analysis and FT-IR were used to identify the compounds isolated from methanolic extract of jaruk tigarun resulting flavonoid as tentative identified compounds.

 

ABSTRAK

Jaruk tigarun adalah salah satu makanan fermentasi tradisional dari Kalimantan Selatan yang dibuat dengan cara merendam bunga tigarun dalam air matang selama beberapa hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri asam laktat yang terlibat selama fermentasi jaruk serta mengetahui aktivitas penghambatan radikal DPPH pada jaruk tigarun. BAL diisolasi dari bunga tigarun yang difermentasi selama 7 hari pada suhu kamar sampai menjadi jaruk. Isolasi BAL menggunakan media MRS+CaCO3 dan diidentifikasi dengan API 50 CHL Kit. Bunga segar dan jaruk tigarun juga masing-masing dikeringbekukan, dihaluskan dan diekstraksi dengan metanol, etanol dan etil asetat. Total fenolik dan aktivitas antioksidan dari masing masing ekstrak ditentukan dengan metoda Folin Ciocalteu dan DPPH. Tiga isolat BAL berhasil diisolasi dan diidentifikasi sebagai Lactobacillus plantarum. Fermentasi berhasil meningkatkan total fenolik dari jaruk tigarun yang diekstrak dengan metanol, etanol dan etil asetat berturut-turut sebesar 53,24 ± 0,73, 44,86 ± 0,90 dan 23,95 ± 0,13 mg GAE/g ekstrak. Demikian pula halnya dengan aktivitas antioksidan dari jaruk yang diekstrak dengan metanol, etanol dan etil asetat  meningkat menjadi 92,68 ± 0,02 %, 92,43 ± 0,11 %, dan 42,94 ± 0,02 %. Ekstrak metanol dari jaruk tigarun  memiliki IC50  yang paling baik yaitu sebesar 1.511 μg/mL. Hasil isolasi dan identifikasi senyawa yang dimurnikan dari ekstrak metanol jaruk menggunakan analisis spektrum UV-Vis dan FT-IR diperoleh dugaan senyawa adalah golongan flavonoid.


Keywords


DPPH; flavonoid; jaruk tigarun; L. Plantarum; total phenolic content

Full Text:

PDF



DOI: https://doi.org/10.22146/agritech.16604

Article Metrics

Abstract views : 993 | views : 1301

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agritech

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Agritech has been Indexed by:


Agritech (print ISSN 0216-0455; online ISSN 2527-3825) is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies.


website statisticsView My Stats